Perusahaan Multi Nasional

MNC’s (Perusahaan Multi Nasional)

MNC (Perusahaan Multi Nasional)
Perusahaan Multi Nasional adalah “unit-unit usahayang memiliki atau mengontrol aset-aset seperti pabrik, pertambangan, perkebunan, outlet (pusat penjualan) dan perkantoran yang terdapat di dua atau lebih negara.” Colman and Nixson (1994:344).

Karakteristik dan syarat MNC adalah :
Lingkup kegiatan income generating (perolehan pendapatan) dilakukan melampaui batas-batas negara.
Perdagangan MNC kebanyakan terjadi di dalam lingkup perusahaan itu sendiri, walaupun antar negara.
Kontrol terhadap pemakaian teknologi dan modal sangat diutamakan mengingat kedua faktor tersebut merupakan keuntungan kompetitif MNC.
Pengembangan sistem management dan distribusi yang melintasi batas-batas negara, terutama sistem modal ventura, lisensi dan francise.

Dampak Ekonomi MNC bagi negara yang ditempati
MNC memberikan kontribusi pada pertumbuhan perekonomian suatu ngara melalui proses linkage creation (penciptaan keterkaitan) yang meliputi:
Keterkaitan kedepan (forward linkage) dimana MNC memproduksi barang-barang yang dipakai oleh perusahaan-perusahaan lokal untuk kebutuhan produksi manufaktur mereka.
Keterkaitan kebelakang (backward linkage) yang berkaitan dengan upaya MNC untuk membeli bahan baku dari perusahaan-perusahaan lokal (Colman and Nixson, 1994:364).
Modal yang dibawa MNC dapat memperbaiki neraca pembayaran negara berkembang. Karena menimbulkan capital inflow (arus masuk modal) yang diperhitungkan sebagai kredit di dalam rekening neraca pembayaran suatu negara. Namun demikian, harus diperhitungkan juga bahwa sistem operasi MNC juga menimbulkan capital outflow (arus keluar modal) berupa pembayaran royalti, biaya overhead, iuran kepada kantor pusat, serta biaya riset dan pengembangan.

Dampak Politik MNC bagi negara yang ditempati
Transformasi politik menuju demokrasi di Eropa Timurdan beberapa negara berkembangdi Amerika Latin, Asia, dan Afrika merupakan suatu tanda bagi terbukanya suatu peluang untuk kerja sama yang saling menguntungkan antara negara dan MNC. Keberadaan MNC cenderung untuk meningkatkan konsentrasi sektor industri sehingga pertumbuhan ekonomi jangka panjang dapat terjamin.

Dampak Sosial MNC bagi negara yang ditempati
MNC menciptakan lapangan kerja baru baik di dalam maupun diluar lingkungan MNC. Besarnya dampak tidak saja karena MNC melibatkan banyak perusahaan sebagai rekananmaupun sub-kontraktor, tetapi juga perbaikan di dalam kebijakan lapangan kerja dengan mengikuti standar internasional. Bahkan industri padat modal skalabesar yang dibawa oleh MNC dalam jangka panjang dapat menghidupkan sektor jasa (usaha perbaikan, pemasaran, keuangan, jasa kesehatan, dll).

Isu-isu Pengaturan tentang MNC
Eksplanasi Profit
Pengejaran keuntungan adalah kekuatan pendorong bagi sistem perekonomian kapitalis yang berorientasi pada pasar bebas.setiap unit usaha seperti MNC bisa saja memiliki kepentingan-kepentingan lain diluar pengejaran keuntungan semata seperti misalnya peningkatan pangsa pasar, menjadi penentu harga (price setter), mendominasi produksi sektor-sektor tertentu dan lain-lain. Namun prioritas utama tetap diberikan kepada pengejaran profit-margin (tingkat keuangan) yang sebesar-besarnya agar MNC dapat terus menerus melakukan ekspansi usaha. Price-setter biasanya dilakukan oleh perusahaan dengan melakukan monopoli produk-produk tertentu. Dengan mendekati konsumen di luar negeri (lintas batas) MNC dapat memperluas sekuensi ekspansi pasarnya. Keuntungan juga dapat ditingkatkan melalui peningkatan pangsa pasar. Keuntungan suatu perusahaan dapat juga ditingkatkan melalui proses konglomerasi, yakni diversifikasi perusahaan melalui pembentukan divisi-divisi baru yang menangani berbagai jenis usaha: produksi, perdagangan, investasi, dan bahkan perbankan. Strategi-strategi inilah yang biasanya dilakukan MNC yang melakukan bisnis ke manca negara.
Eksplanasi “Daur Hidup Produk”
Empat fase daur hidup produk menjadi dasar dilakukannya eksplanasi daur hidup produk, keempat fase itu adalah:
Early development (pengembangan awal), dimana permintaan biasanya besar karena orang beramai-ramai mencoba produk baru.
Growth (pertumbuhan), dengan promosi maupun informasi dari sesama konsumen maka orang akan semakin mengenal dan terdorong untuk membeli produk tersebut sehingga permintaan semakin meningkat.
Maturity (dewasa), teknologinya telah mengalami standarisasi (penyeragaman) sehingga menyebabkan persaingan dalam memproduksi barang tersebut semakin ketat. Akibatnya, biaya produksi menjadi faktor yang sangat menentukan daya jual suatu produk, maka dari itu perusahaan-perusahaan mulai memikirkan pengurangan biaya transportasi dalam memenuhi permintaan pasar dunia dengan cara memberi lisensi kepada cabang dan mulai membuka cabang-cabang baru di negara-negara lain.
Obsolescence (kadaluwarsa), ketika produk sudah mendekati tahap ini dan pasar sudah jenuh oleh produk-produk sejenis yang dibuat oleh bermacam-macam produsen, maka perusahaan dituntut untuk menjual produk dengan harga serendah-rendahnya. Untuk itulah perusahaan-perusahaan negara pusat (core) mulai memindahkannya ke negara-negara berkembang dengan maksud untuk mengejar biaya sewa dan upah buruh yang lebih rendah.
Dengan merelokasi produksinya ke mancanegara MNC dapat menikmati keuntungan ekstra, yakni memperpendek jarak antara lokasi produksi dengan supplier (pemasok) dan pasar yang memiliki konsekuensi pengurangan biaya transfer dan transportasi. (Raymond Vernon 1971:74)

Pengertian Perusahaan Multinasional

kelompok orang yang terpilih multinasional (mnc atau transnational kelompok orang yang terpilih (tnc kelompok orang yang terpilih yang mengatur pendirian produksi atau mengantarkan pelayanan-pelayanan di sedikitnya dua negara? ? multinasional sangat besar punya anggaran belanja yang melebihi mereka yang banyak negara. 100 ekonomi terbesar di dunia? 51 kelompok orang yang terpilih multinasional? ? mereka dapat punya bertenaga mempengaruhi di internasional hubungan-hubungan? memberi ekonomis besar mereka mempengaruhi di daerah wakil politikus’? sebaik sumber daya finansial luas mereka tersedia untuk hubungan masyarakat dan politis melobi. ?

* Sebuah perusahaan yang berbasis di satu negara (disebut negara induk) dan memiliki kegiatan produksi dan pemasaran di satu atau lebih negara asing (negara tuan rumah) — W.F. Schoell et.al. (1993)
*

Perusahaan multinasional menurut S.C. Certo (1997) adalah sebuah perusahaan yang memiliki operasi yang signifikan pada lebih dari satu negara

Karakteristik MNC’s

*

Membentuk afiliasi di luar negeri
*

Visi dan strategi mendunia (global)
*

Kecenderungan memilih jenis kegiatan bisnis tertentu,umumnya manufakturing
*

Menempatkan afiliasi di negara-negara maju

Keuntungan MNC’s

*

Basis pajak yang lebih besar
*

Meningkatnya jumlah tempat (kesempatan) kerja
*

Alih teknologi
*

Ekspansi modal
*

Diperkenalkannya jenis industri khusus
*

Pengembangan sumber daya lokal

Keluhan atas MNC’s

*

Mencari laba yang berlebihan
*

Mendominasi perekonomian setempat
*

Hanya mempekerjakan tenaga lokal yang sangat berbakat
*

Gagal melakukan alih teknologi yang maju
*

Melakukan intervensi terhadap pemerintah
*

Kurang membantu perkembangan perusahaan domestik
*

Kurang menghormati adat, hukum dan kebutuhan setempat

KEUNTUNGAN MEMPEKERJAKAN STAF LOKAL DAN EKSPATRIAT UNTUK ANAK PERUSAHAAN DI LUAR NEGERI

staf lokal

*

Biaya tenaga kerja lebih rendah
*

Kepercayaan pada warga negara lokal
*

Meningkatkan penerimaan masyarakat lokal terhadap perusahaan
*

Memaksimalkan jumlah opsi yang tersedia di lingkungan lokal
*

Pengakuan perusahaan sbg peserta yang sah dalam perekonomian lokal
*

Secara efektif mencerminkan pertimbangan dan kendala lokal dalam proses pembuatan keputusan

ekspatriat

*

Kesamaan budaya dengan perusahaan induk menjamin pengalihan praktik bisnis/manajemen
*

Meningkatkan pengendalian dan koordinasi dari anak-anak perusahaan internasional
*

Memberikan orientasi multinasional melalui pengalaman di perusahaan induk kepada karyawan
*

Menghimpun kelompok eksekutif berpengalaman internasional
*

Bakat lokal belum bisa memberikan nilai sebanyak ekspatriat

KERUGIAN MEMPEKERJAKAN STAF LOKAL DAN EKSPATRIAT UNTUK ANAK
PERUSAHAAN DI LUAR NEGERI

staf lokal

*

Kesulitan dalam menyeimbangkan permintaan lokal dan prioritas global
*

Tertundanya keputusan lokal yang sulit (misalnya pemberhentian kerja) hingga saat dimana kondisi tidak bisa dihindarkan lagi.
*

Kesulitan dalam merekrut staf yang berkualifikasi
*

Dapat mengurangi tingkat pengendalian lokal oleh kantor pusat

ekspatriat

*

Menciptakan masalah penyesuaian terhadap lingkungan dan budaya asing
*

Meningkatkan keasingan dari anak perusahaan
*

Melibatkan biaya pindahan, gaji dan biaya lain yang tinggi
*

Dapat menimbulkan masalah pribadi dan keluarga
*

Berdampak insentif negatif pada moral dan motivasi manajemen lokal
*

Bisa terkena restriksi oleh pemerintah lokal

Keuntungan Perusahaan
Berskala Besar

*

Memungkinkan menerapkan spesialisasi divisi dan personalia
*

Semakin murah biaya produksi
*

Memiliki akses untuk dana investasi yang lebih besar dengan bunga yang rendah
*

Cenderung lebih permanen

Kerugian Perusahaan Berskala Besar

*

Terciptanya konsentrasi ekonomi yang berlebihan yang rawan untuk disalahgunakan
*

Kondisi kerja yang kurang manusiawi
*

Akibat besarnya organisasi, keputusan yang diambil cenderung lebih lambat dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan

PERANCANGAN SISTEM DATA PENDUKUNG PADA IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN PERAWATAN BERBASIS KOMPUTER DI PT ENERGIZER INDONESIA : Abstrak

PT Energizer Indonesia adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi baterai (dry cell) dengan ukuran kecil (AA), sedang (C) dan besar (D), baik untuk keperluan lokal ataupun ekspor. Perusahaan ini adalah Perusahaan Multi Nasional murni yang sahamnya dimiliki oleh Energizer Holding, Inc. USA.

Perusahaan dengan 900 karyawan ini sekarang merupakan perusahaan manufaktur baterai terbesar di antara perusahaan-perusahaan lainnya yang berada di bawah naungan Energizer Holding Inc, USA. PT Energizer Indonesia memproduksi baterai dengan merek Eveready dan private label seperti Wonder, Ultrex, Fuji, Sanyo yang secara rutin diekspor ke negara Amerika Latin, Kanada, Eropa, Afrika dan Australia.

Sebagai perusahaan padat modal (intensive capital) saat ini PT Energizer Indonesia telah memiliki sistem untuk melakukan prioritas dalam proses perawatan equipment yang dimilikinya yaitu berdasarkan Rating Index Maintenance Expenditure (RIME), selain itu perusahaan juga telah menerapkan Manajemen Perawatan Berbasis Komputer atau yang lebih dikenal sebagai Computerized Maintenance Management System (CMMS). CMMS ini dipergunakan sebagai alat bantu dalam proses pengaturan asset perusahaan dan perawatan mesin produksi beserta fasilitas pendukungnya. Keberadaan CMMS sangat berdaya guna pada proses perawatan. Meskipun demikian CMMS tidak dapat menyediakan data yang akurat dan terkini (update) untuk mengetahui kinerja mesin. Kondisi ini disadari oleh Bagian Engineering dan Bagian Perawatan, sehingga merasa perlu adanya suatu sistem pemantauan (monitoring) pada setiap mesinnya dengan memasang data collector.

Pada langkah awal sistem pemantauan tersebut dipasang pada Paper Liner Machine (PLM) yang digunakan untuk memproduksi raw cell dengan melakukan pemasangan data collector. Pertimbangan utamanya adalah karena mesin PLM memiliki indek prioritas RIME tinggi. Sistem pemantauan yang dipasang pada PLM sebagian besar memanfaatkan komponen yang telah ada di mesin, sehingga biaya untuk pembuatan sistem ini bisa ditekan semurah mungkin dengan hasil tetap optimal. Monitoring sistem terdiri dari perangkat keras dan lunak yang dapat menyajikan data dan informasi kinerja mesin PLM secara akurat setiap saat.

Dengan informasi ini dapat diketahui hubungan antara kinerja mesin PLM dengan periode waktu perawatan. Hubungan yang terjadi pada mesin PLM dapat disimpulkan bahwa terjadi perawatan yang berlebihan (over maintenance) pada mesin PLM. Dengan diketahuinya kondisi ini ternyata dapat terlihat adanya potensi penghematan biaya pada proses perawatan karena proses perawatan dengan benar dapat dilakukan pada saat yang tepat. Lebih lanjut keberadaan sistem data pendukung ini akan memberikan data history mesin yang akurat sehingga nantinya dalam melakukan proses improvement ataupun replacement akan didasarkan pada justification yang jelas dan tepat.

Melihat manfaat yang didapat dari keberadaan data pendukung ini maka akan lebih baik bila untuk semua mesin yang mempunyai index RIME tinggi untuk segera dilakukan pemasangan sistem pemantauan (monitoring). Untuk saat ini sistem data pendukung terpisah dari CMMS sehingga ke

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: