E-COMMERCE

E-COMMERCE

Nama : Nur Aprilia Syafitri
NPM : 31108456
Kelas: 2 DB 07

Kata pengantar

Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha esa senantiasa selalu memberikan hidayanya kepada kita semua seru sekalian alam baik kesehatan maupun kesempatan dalam memberikan dorongan dan motivasi sehingga terselesainya tugas ini.
         Selanjutnya saya selaku mahasiswa jurusan manajemen informatika jenjang diploma tiga diberikan tugas membuat makalah tentang perdagangan elektronik atau e-commere,sebagai tugas dari mata kuliah sistem informasi manajemen.
Perdagangan elektronik atau e-dagang (bahasa Inggris: Electronic commerce, juga e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-dagang dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
Pada pembahasan makalah ini berkemungkinan jauh dari sasaran dan kesempurnaan yang diharapkan, maka kami selaku penulis mengharapkan saran dan kritiknya agar tulisan makalah selanjutnya akan lebih spesifik dan terstruktur.

DAFTAR ISI
Kata pengantar……………………………….
Daftar Isi…………………………………..
Pendahuluan………………………………….
Pembahasan…………………………………..
· Definisi E-Commerce………………………..
·Sejarah perkembangan…………………………
·Tujuan E-commerce……………………………
· Masalah E-commerce………………………….
·Keunggulan E-commerce………………………..
Kesimpulan…………………………………..
Daftar Pustaka……………………………….

PENDAHULUAN

Perdagangan elektronik atau e-dagang (bahasa Inggris: Electronic commerce, juga e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-dagang dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-dagang ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), e-pemasaran (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.
E-dagang atau e-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-dagang juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.

Pembahasan tentang E-Commerce

1.Perbedaan antara E-commerce dengan E-business antara lain adalah :
– E-Commerce :
menjelaskan tentang proses jual beli, transfer atau pertukaran produk, jasa, informasi, dengan menggunakan jaringan komputer termasuk internet. E-Commerce bisa didefinisikan dari mengikuti perspektif, yaitu :
a. Komunikasi : dari komunikasi perspektif, e-commerce adalah pengantar jasa atau service yang baik, informasi atau pembayaran lewat jaringan komputer dan dari barang elektronik lain.
b. Iklan : dari iklan perspektif, e-commerce menyediakan kemampuan dari membeli dan menjual produk, service, jasa dan informasi dari internet atau dari service online lainnya.
c. Proses Bisnis : dari proses bisnis perspektif, e-commerce melakukan elektronik bisnis atau dapat dikatakan bisnis secara elektronik melengkapi proses bisnis melebihi jaringan elektronik, maka dari itu cadangan informasi dari proses bisnis fisik (Well and Vitale 2001, p.13)
d. Jasa : dari jasa perspektif, e-commerce adalah alat yang mengalamatkan keinginan pemerrintah, firma, konsumen dan menejemen untuk memotong harga layanan, serta meningkatkan kualitas pelayanan konsumen dan meningkatakan kecepatan layanan pengiriman.
e. Pembelajaran : dari embelajaran perspektif, e-commerce adalah menizinkan untuk trainning (pelatihan) online dan pendidikan di sekolah, universitas, dan organisasi lainnya, termasuk bisnis.
f. Kolaborasi : dari kolaborasi perspektif, e- commerce adalah kerangka untuk membuat kolaborasi dalam suatu organisasi.
g. Komunitas : dari komunitas perspektif, e-commerce menyediakan tempat pertemuan untuk member komunitas, agar dapat mempelajari transaksi dan klaborasi.
– E-Business :
Definisi dari e-commerce, dimana tidak termasuk hanya menjual dan membeli barang dan jasa tapi juga memberikan pelayanan kepada konsumen dan mengkolaborasikan dengan patner bisnis, dan memimpin transaksi elektronik di dalam sebuah organisasi.
2. Keuntungan dalam penggunaan E-commerce bagi :
a. Organisasi :
Mengurangi biaya : mengurangi biaya dari membuat, proses, pendistribusian yang menyimpang, mengembalikan informasi.
Kostumisasi : tipe produksi menarik yang memperbolehkan untuk kostumisasi yang murah dari produk dan pelayanan serta menyediakan keuntungan yang kompetitif dari perusahaan yang menerapkan strategi tersebut.
Mengimprovisasikan hubungan : E-commerce memungkinkan efisiensi untuk mengurango biaya administrasi sampai dengan 80%, serta mengurangi biaya pembelian sampai dengan 15%.
Model bisnis yang baru : E-commerce untuk banyak model bisnis inovatif yang menyediakan keuntungan strategi dan menambah profit.
b. Konsumen :
Produk dan layanan lebih murah : E-commerce sering menyediakan produk dan layanan murah bagi konsumen di toko-toko di banyak tempat.
Pengiriman cepat : dalam kasus produk produk digital, E-commerce memperbolehkan pengiriman cepat.
Berpartisipasi dalam pelelangan : E-commerce membuat kemungkinan konsumen untuk berpartisipasi dalam pelelangan virtual.
Tidak ada pajak penjualan : dibanyak negara bisnis online dibebaskan dari pajak penjualan.
c. Masyarakat :
Mentelekomunikasikan : banyak individu yang bekeja di rumah dan mengurangi berpergian untuk kerja, belanja, hasilnya mengurangi kemacetan di jalan raya.
Standart hidup lebih baik : beberapa hadiah bisa dijual dengan harga murah.
Memberi harapan pada yang miskin : masyarakat sekarang sudah bisa menikmati produk dan layanan yang tadinya tidak tersedia.
Ketersediaaan dari layanan masyarakat : layanan publik bisa diselesaikan pada saat mengurangi biaya dan mengimprovisasikan kualitas.
3. Contoh-contoh situs E-commerce :
– Situs dalam negri :
1. www.permaisuri.com
2. www.mobilbekas.com
3. www.mybutik.com
– Situs luar negri :
1. www.ebay.com
2. www.amazon.com
3. www.itunes.com

Definisi e-commerce
Bagaimana Mulai Membangun sebuah e-Commerce

Dengan semakin berkembangnya teknologi Web dan banyaknya perusahaan Portal atau perusahaan e-commerce yang secara tiba-tiba meledak bernilai jutaaan dolar, hal ini banyak mendorong munculnya evoria untuk turut membuka bisnis e-commerce. Namun demikian banyak yang melupakan beberapa Basis dan Prinsip dasar dari e-commerce itu sendiri. Sehingga banyak yang mengalami kegagalan.
Lalu munculnya pertanyaan besar, gimana caranya mulai berbisnis e-commerce ..?
Nah disini saya mencoba sharing bagaimana memulai sebuah bisnis e-commerce itu, yaitu :
1. Pahami dengan betul 3 Basis e-commerce (slide 20) yaitu ; community, platform serta content
2. Pahami prisip bisnis portal yaitu ; Exposure, Discovery, Community baru terwujud Commerce a.k.a Revenue
3. Pastikan dan tetapkan obejctive anda, apakah akan membuat Toko Elektronik ataukah membuat sebuah Mall Elektronik a.k.a Market Place
4. Tentukan Model Bisnis anda berdasarkan “Nature” dari komunitas yang akan anda bangun atau sudah dimiliki.
5. Jika sudah memiliki komunitas dari sebuah aplikasi lain, misalnya e-procurement lakukan langkah-langkah berikut ini untuk lebih menemu kenali komunitas anda , yaitu : data cleaning&updating, profiling, Cataloging, set value chain path dan interconect them base on their value chain path.
6. Bangunlah e-commerce anda dengan berbasiskan Web2.0 teknologi dan pilihlah teknologi secara bertahap sesuai dengan Objective, model business, dan komunitas dari e-commerce anda.
7.lakukan pengembangan secara bertahap,konsisten dan trustworthy.

Sejarah E-commerce di dunia

Sejarah perkembangan E-commerce di dunia di mulai dari kemunculan internet yang kemudian terus berkembang sehingga timbulah E-commerce. Pada awalnya, internet merupakan koperasi komputer yang tidak dimiliki siapapun. Internet lahir pada tahun 1969 ketika sebuah kelompok peneliti di Departemen Pertahanan Amerika berhubungan dengan empat komputer di UCLA, Stanford Research Institute, Universitas Utah, dan Universitas California di Santa Barbara. Hubungan ini dilakukan untuk menciptakan sebuah jaringan untuk berkomunikasi antara satu dengan yang lain mengenai proyek-proyek pemerintah. Jaringan ini dikenal dengan istilah ARPAnet-ARPA merupakan singkatan dari Advanced Research Project Agency yang merupakan bagian dari Departemen Keamanan AS. Tiga tahun kemudian, lebih dari lima puluh universitas dan agensi-agensi militer telah terhubung bersama-sama dalam jaringan (network), dan jaringan komputer yang lain mulai muncul di sekitar negara bagian (country) dan dunia. Seiring dengan perkembangan ARPAnet, yang diikuti pula dengan kerjasama jaringan antara militer dan kaum pendidik, dan eksperimen NASA mengenai jaringan komputer, jaringan ini mulai terhubungkan satu dengan yang lain (interconnected), inilah awal mula dipakai istilah “Internet”.
Dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, telah menciptakan jenis-jenis dan peluang-peluang bisnis yang baru di mana transaksi-transaksi bisnis makin banyak dilakukan secara elektronika. Sehubungan dengan perkembangan teknologi informasi tersebut memungkinkan setiap orang dengan mudah melakukan perbuatan hukum seperti misalnya melakukan jual-beli. Perkembangan internet memang cepat dan memberi pengaruh signifikan dalam segala aspek kehidupan kita. Internet membantu kita sehingga dapat berinteraksi, berkomunikasi, bahkan melakukan perdagangan dengan orang dari segala penjuru dunia dengan murah, cepat dan mudah. beberapa tahun terakhir ini dengan begitu merebaknya media internet menyebabkan banyaknya perusahaan yang mulai mencoba menawarkan berbagai macam produknya dengan menggunakan media ini. Dan salah satu manfaat dari keberadaan internet adalah sebagai media promosi suatu produk. Suatu produk yang dionlinekan melalui internet dapat membawa keuntungan besar bagi pengusaha karena produknya di kenal di seluruh dunia.Orang yang ingin membeli barang atau transaksi lewat internet hanya membutuhkan akses internet dan interface-nya menggunakan web browser

Tujuan E-commerce

1.Menjadikan portal e-commerce / e-shop tidak sekedar portal belanja, tapi menjadi tempat berkumpulnya komunitas dengan membangun basis komunitas, membangun konsep pasar bukan sekedar tempat jual beli dan sebagai pusat informasi (release, product review, konsultasi, etc)
2.Pengelolaan yang berorientasi pada pelayanan, kombinasi konsepsi pelayanan konvensional dan virtual : Responsif (respon yang cepat dan ramah), Dinamis, Informatif dan komunikatif
3.Informasi yang up to date, komunikasi multi-arah yang dinamis
4.Model pembayaran : kartu kredit atau transfer.

Permasalahan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut di atas, dapat ditarik beberapa permasalahan yang berkaitan dengan sistem transaksi E-Commerce, yaitu :
1.Bilamana kesepakatan itu terjadi dalam transaksi jual beli melalui internet ?
2.Apakah transaksi jual beli yang menggunakan media internet ini telah memenuhi syarat sahnya suatu perjanjian menurut buku III Kitab Undang-Undang Hukum Perdata ?

Keunggulan E-commerce

Penggunaan internet tidak hanya terbatas pada pemanfaatan informasi yang dapat diakses melalui media ini, melainkan juga dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan transaksi perdagangan yang sekarang di Indonesia telah mulai diperkenalkan melalui beberapa seminar dan telah mulai penggunaannya oleh beberapa perusahaan yaitu electronic commerce atau yang lebih dikenal dengan E-Commerce, yang merupakan bentuk perdagangan secara elektronik melalui media internet. E-Commerce pada dasarnya merupakan suatu kontak transaksi perdagangan antara penjual dan pembeli dengan menggunakan media internet. Jadi proses pemesanan barang dikomunikasikan melalui internet.
Kehadiran internet telah memberikan keyakinan akan pentingnya teknologi di dalam pencapaian tujuan finansial suatu perusahaan melalui modifikasi dan efisiensi proses bisnis yaitu dengan memanfaatkan E-Commerce. dan E-Commerce merupakan salah satu keunggulan baru dari internet yang kian digemari oleh banyak orang.
Keberadaan E-Commerce merupakan alternatif bisnis yang cukup menjanjikan untuk diterapkan pada saat ini, karena E-Commerce memberikan banyak kemudahan bagi kedua belah pihak, baik dari pihak penjual (merchant) maupun dari pihak pembeli (buyer) di dalam melakukan transaksi perdagangan, meskipun para pihak berada di dua benua berbeda sekalipun. Dengan E-Commerce setiap transaksi tidak memerlukan pertemuan dalam tahap negoisasi. Oleh karena itu jaringan internet ini dapat menembus batas geografis dan teritorial termasuk yurisdiksi hukumnya.
Penggunaan internet sebagai media perdagangan terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan oleh berbagai manfaat yang di dapat oleh perusahaan ataupun konsumen dengan melakukan transaksi melalui internet.
Manfaat dari digunakannya E-Commerce ini adalah dapat menekan biaya barang dan jasa, serta dapat meningkatkan kepuasan konsumen sepanjang yang menyangkut kecepatan untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan dengan kualitas yang terbaik sesuai dengan harganya. Order cycle sebuah bisnis yang tadinya memakan waktu 30 hari, waktunya bisa dipercepat yakni bisa 5 hari saja. Proses yang cepat tentunya akan menigkatkan pendapatan.
Berbelanja atau melakukan transaksi perdagangan melalui internet sangat berbeda dengan berbelanja atau melakukan transaksi perdagangan di dunia nyata. Dengan E-Commerce memungkinkan kita bertransaksi dengan cepat dan biaya yang murah tanpa melalui proses yang berbelit-belit, di mana pihak pembeli (buyer) cukup mengakses internet ke website perusahaan yang mengiklankan produknya di internet, yang kemudian pihak pembeli (buyer) cukup mempelajari term of condition (ketentuan-ketentuan yang diisyaratkan) pihak penjual.
Apabila term of conditions­­­nya telah disetujui dan dipenuhi oleh pihak pembeli maka langkah terakhir adalah dengan dilakukan pengeklikan tombol “SEND” oleh pihak pembeli yang menandakan suatu syarat persetujuan untuk perjanjian yang ditawarkan oleh pihak penjual. Seandainya pihak konsumen tidak setuju dengan term of condition yang ditawarkan oleh penjual, maka konsumen hanya tinggal membatalkan transaksi dalam jangka waktu tujuh hari. Setelah tombol “SEND” pada keyboard komputer ditekan konsumen hanya cukup menggesekkan kartu kredit sebagai tanda pembayaran atas barang yang di beli.
Pada transaksi E-Commerce ini, nomor kartu kredit yang diketik akan disandikan (encription), hal ini dilakukan untuk mencegah penggunaan yang tidak sah oleh pihak ketiga tanpa sepengetahuan konsumen. Tindakan hati-hati dari para pihak baik penjual maupun pembeli akan mengurangi terjadinya kecurangan yang dilakukan para pihak ketiga yang berusaha melakukan sabotase terhadap transaksi yang sedang berlangsung karena mudahnya sistem tersebut diakses orang.
E-Commerce di Indonesia masih belum dapat berkembang dengan pesat, meskipun pemerintah Indonesia telah menyadari akan pentingnya revolusi informasi tersebut. hal ini disebabkan bisnis E-Commerce sangat rentan terhadap krisi ekonomi yaitu karena perbedaan nilai mata uang. Lebih-lebih pangsa pasar yang ada masih kecil dibandingkan dengan populasi penduduk Indonesia. Dan kenyataan yang ada di Indonesia, ternyata E-Commerce tidak mampu membuat perubahan yang cukup besar. Terdapat beberapa faktor yang dapat dipercaya tidak mendukung perkembangan E-Commerce di Indonesia, dan terdapat enam kualifikasi utama yaitu
1. Infrastuktur
2. Kesadaran
3. Keamanan
4. Internet banking
5. Budaya atau kebiasaan
6. Penyedia E-Commerce
Keenam kualifikasi di atas akan dijelaskan dalam Bab II.
Selain keenam kualifikasi di atas ternyata masih ada lagi unsur yang menghambat perkembangan E-Commerce di Indonesia yaitu belum adanya peraturan-peraturan hukum yang mengatur tentang transaksi E-Commerce.
Dari sekian banyak permasalahan yang mungkin dihadapi atau akan dihadapi di media internet ini, belum ada satu peraturan pun yang dikeluarkan untuk mengaturnya, sedangkan kebutuhan bagi tersedianya media ini semakin meningkat dari hari ke hari, di mana semakin banyak orang sudah mulai melakukan transaksi jual beli dengan menggunakan media internet. Untuk itu penulis mencoba mengenali permasalahan hukum di media internet dan membaginya menjadi beberapa masalah yang terbagi atas beberapa bab sesuai dengan permasalahannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: